Jenis-jenis Bebek Luar Negeri ^_^

Mungkin banyak diantara kita yang sudah mengetahui apa itu hewan bebek..?dan mungkin kita juga sudah tidak asing lagi bagaimana bentuk dan jenis bebek yang ada di negara kita, tapi pada tulisan ini kita akan mencoba mengetahui beberapa jenis bebek yang termasuk ke dalam bebek golongan luar atau kalau pada manusia bisa dikatakan bule..berikut ini jenis-jenisnya

Gambar diatas adalah bebek jenis Dutch Hookbill, dimana sesuai dengan namanya bebek ini berasal dari belanda. Dan dinegara asalnya bebek ini disebut Kromsnaveleend, jenis bebek ini sudah ada sejak abad ke – 17. Pada saat ini bebek ini dikembang biakkan untuk dipakai sebagai pameran atau exhibition, dengan mempunyai berat antara 2,3 kg sampai dengan 2,8 kg. Dengan ciri – ciri fisiknya adalah warna gelap yaitu warna abu abu dan coklat, sering disebut jenis Dusky. Dan jenis yang disebut  White-Bibbed yang hampir sama dengan jenis dusky tetapi mempunyai warna putih juga dibagian depan dan bagian bulu utama badannya. Ok.. itu sekilas penjelasan mengenai bebek jenis dutch hookbill. Lanjut ke jenis yang lainnya…

Nah kalo ini dinamakan bebek Buff Orpington jenis bebek ini pertama kali ditemukan oleh william cook dari orpington, kent, UK. Bebek ini pertama kali diperkenalkan pada khalayak ramai pada pameran Dairy Show, The Agricultur Hall (q.v), Islington, London pada bulan oktober tahun 1897. Bebek ini dipelihara untuk diambil telur dan dagingnya, bebek jenis ini menghasilkan telur sebanyak 220 butir telur per tahunnya.

Bebek ini berjenis Swedia biru dimana jenis ini merupakan bebek peliharaan . Jenis bebek ini memiliki berat antara 12 sampai dengan 15 Kg, dan bebek jantan memiliki bobot yang lebih berat dibanding dengan betina. Bebek Swedia biru memiliki karakter yang tenang, serta menyukai areal yang luas dan bebas meskipun terkadang sering terlihat berdiam diri dibeberapa titik. Warna Biru pada bulu bebek jenis ini disebabkan heterosigositas dalam warna gen.

Ini adalah bebek berjenis  Aylesbury dimana bebek ini diternakkan selain untuk diambil dagingnya juga dipelihara untuk dijadikan bebek hias, Dengan bulu berwarna putih dan kaki berwarna oranye. Banyak yang mengira bahwa setiap bebek yang mempunyai bulu berwarna putih adalah bebek berjenis aylesbury padahal sebenarnya tidak demikian, karena sebetulnya bebek yang memiliki sedikit corak berwarna oranye atau kuning saat ini sudah tercampur keturunannya dengan jenis bebek peking.

ciri – ciri dari bebek jenis ini adalah perutnya menyentuh tanah ketika bebek ini berdiri diam. Bebek aylesbury merupakan jenis bebek yang termasuk langka, yang paling sering dijumpai pada saat ini adalah jenis bebek aylesbury yang telah disilangkan dengan jenis bebek pedaging yang lain.

Bebek ini pertama dikembangkan pada awal abad ke 18 di kota aylesbury yaitu kota yang berada  disebelah selatan london, dan kemudian dijadikan lambang dari kota ini. Kemudian ketika pada tahun 1873 dikenal bebek jenis peking, sehingga jenis bebek aylesbury disilangkan dengan jenis bebek peking. Yang berakibat pada sulitnya dijumpai jenis bebek aylesbury ras murni, tapi sekarang sudah mulai dikembangkan penangkaran jenis bebek aylesbury ras murni.

Ok… yang terakhir adalah jenis bebek yang dinamakan Ancona dimana bebek ini merupakan salah satu jenis bebek di dunia yang merupakan keturunan dari bebek Runner dari India dan bebek Huttegem dari Belgia. Bebek Ancona adalah salah satu jenis bebek yang langka, Jenis bebek ini dikembangkan di inggris pada abad ke 20, jenis bebek ini tidak diketemukan di Amerika , walaupun pada saat ini jumlahnya meningkat tapi telah dikategorikan sebagai bebek yang jumlahnya langka atau sedikit.

Jenis bebek ini bukan termasuk jenis bebek yang bisa terbang, sama seperti kebanyakan bebek yang diternakkan, sehingga mereka tidak bermigrasi. Bebek ini adalah jenis hewan yang tenang berkembang biak dengan baik di kolam, kandang dan peternakan. Jenis bebek ini merupakan pemburu yang baik, jenis makanan mereka adalah siput , serangga  atau jenis arthropoda dan sayuran hijau saudara terdekat mereka adalah jenis bebek murai  dan bebek hookbills. Jenis bebek ancona ini biasanya dapat bertelur antara 210 sampai 280 butir per tahunnya.

Jenis bebek ini mempunyai bentuk kepala oval dan sedikit cekung , paruhnya panjang, dengan bintik hijau dan bulu di bagian bawah mata. Bebek ancona dewasa memiliki berat sekitar 6.5 pounds. Memiliki leher yang panjang dan berbentuk huruf S dengan bagian atas lebih kecil dan bagian bawah yang lebih luas. Anak bebek memiliki warna bulu kuning dengan bintik bintik. Bebek  dewasa berwarna putih dengan motif bulu yang tidak sama dengan lainnya. Motif motif bulunya antara lain Hitam dan Putih, Biru dan Putih, Coklat dan Putih, Silver dan White, Lavender dan Putih, dan 3 warna .Paling umum adalah hitam dan putih, sedangkan kakinya berwarna  oranye.

Kategori:Uncategorized

Membuat pakan bebek dari limbah agro industri..???

Seiring dengan semakin meningkatnya permintaan daging bebek di masyarakat, menimbulkan permasalahan baru yang menjadi tantangan bagi para peternak bebek di Indonesia khususnya di wilayah pulau Jawa. Permasalahan yang dihadapi pada usaha produksi daging bebek adalah biaya produksi yang cukup tinggi, kira-kira 50% lebih tinggi dibanding biaya produksi ayam potong. Penyebabnya adalah rasio konversi pakan yang tidak sebaik seperti pada ayam potong. Untuk mencapai bobot badan antara 1100-1200 g diperlukan waktu 10 minggu dengan konversi pakan 4,19-6,02. Pemanfaatan bahan pakan dari limbah agroindustri dapat mengurangi biaya pakan.

Di Indonesia bahan pakan bebek dari limbah agroindustri cukup melimpah namun masih jarang digunakan untuk pakan bebek. Limbah yang cukup besar potensinya sebagai bahan pakan diantaranya adalah onggok dan kulit ari biji kedelai (Kleci). Onggok adalah sisa pemerasan umbi ubi kayu untuk mendapatkan pati. Satu ton ubi kayu dapat menghasilkan 114 kg onggok. Kulit ari biji kedelai adalah limbah dari pengupasan biji kedelai. Potensi kulit ari kedelai atau kleci sangat besar karena pada proses pembuatan tempe selalu dihasilkan limbah kulit ari biji kedelai. Sedangkan tempe dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Beberapa kendala dalam pemanfaatan limbah agroindustri sebagai ransum unggas adalah tingginya kandungan serat kasar serta adanya protein yang sulit dicerna. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai nutrisi pakan bebek dari limbah agroindustri adalah dengan melakukan fermentasi. Fermentasi ini bisa dilakukan secara sederhana dan mudah diadopsi oleh peternak. Pemanfaatan bahan pakan bebek dari limbah agroindustri dapat mengurangi biaya pakan. Untuk membuat pakan ternak tersebut, teman – teman dapat mencoba teknologi berikut ini. Sebagai contoh adalah pembuatan ransum sebanyak 10 kg bahan. Jika ingin membuat lebih banyak tinggal mengalikan sesuai kelipatan yang diinginkan. Bahan yang diperlukan adalah 1,5kg Kleci, 1,5 kg Onggok, 4kg Jagung dan 3 kg Menir Kedelai. Jadi perbandingannya 15% Kleci, 15% onggok, 40% jagung dan 30% menir kedelai. Aduklah bahan tersebut sampai merata kemudian lakukan proses fermentasi.

Ada dua cara fermentasi yaitu dengan Aspergillus niger atau dengan multi mikroba Untuk fermentasi dengan Aspergillus niger tempatkan 10 kg bahan ransum dalam ember besar dan tambahkan 8 liter air hangat. Aduk sampai rata dan biarkan beberapa menit. Setelah agak dingin tambahkan 100 gram ragi tempe (Aspergillus niger) dan 100 gram urea, aduk kembali hingga merata. Kemudian tutup ember dan biarkan selama 3 hari. Selanjutnya pakan bebek dari limbah agroindustri sudah siap untuk diberikan pada bebek.

Untuk fermentasi dengan Multi mikroba siapkan 8 liter air dalam ember, tambahkan 10 ml multi mikroba dan aduk merata. Tambahkan 10 kg bahan ransum sambil diaduk. Kemudian masukkan dalam karung dan tutup rapat lalu dibiarkan selama 3 hari. Bahan yang telah difermentasi dalam jumlah banyak dapat disimpan sebagai pakan. Sebelum disimpan agar dijemur terlebih dahulu sampai kering supaya tidak bau ataupun ditumbuhi jamur.

Penggunaan pakan bebek dari bahan limbah ini menunjukkan adanya kenaikan bobot yang lebih tinggi pada bebek yang dipelihara. Sedangkan banyaknya pakan yang diperlukan menjadi berkurang. Berarti biaya pakan juga menjadi lebih murah. Kalau mau lebih murah, disarankan pembuatan pakannya dengan cara fermentasi multi mikroba.

sumber: http://www.litbang.deptan.go.id

Kategori:Uncategorized

Kita ternak bebek yuuukk…

Tahukah Anda kalau Bebek adalah hewan penurut..?bahkan mereka bisa baris lho… Bebek mudah di ternakkan dan dipelihara. Banyak sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan dagingnya. Kebutuhan akan ketersediaan daging dan telur bebek ini sangatlah tinggi, nah inilah kesempatan Anda karena bisnis ini masih sangat potensial untuk dijalankan.

Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan bebek jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

  • Bebek Siap Telur = Rp 39.000,- S/d Rp 42.000,-
  • DOD Betina = Rp 3700,-
  • DOD Jantan = Rp 3200-
  • Bebek Potong 1,2 kg s/d 1,3 kg = Rp 19.500,-
  • Telur Tetas = Rp 1250,-
  • Telur Konsumsi = Rp. 900,-

Usaha peternakan itik di Indonesia  telah  lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal  bagi  pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :

1. Seleksi Bibit

Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelompok yaitu :

a. Itik Lokal

1). Itik Tegal (Tegal).

  • Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai cokelat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.

2). Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).

  • Ciri-ciri : warna bulu cokelat muda sampai cokelat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.

3). Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).

  • Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.

4). Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

b. Itik Persilangan

2. Pakan

a. Jenis Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dll.

b. Pemberian Pakan :

  • Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.
  • Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.
  • Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.
  • Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.

3. Perkandangan

a. Lokasi Kandang

  • Jauh dari keramaian.
  • Ada atau dekat dengan sumber air.
  • Tidak terlalu dekat dengan rumah.
  • Mudah dalam pengawasan.

b. Bahan kandang bisa terbuat dari kerangka kayu atau bambu, atap genteng dan lantainya pasir atau kapur.

c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :

  • Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
  • Umur 1 – 2 minggu 2 – 4 m.
  • Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
  • Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
  • Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.

Itik dara sampai umur 6 bulan 5 – 10 ekor/m.

4. Tatalaksana Pemeliharaan

a. Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.

b. Secara intensif  yaitu  secara terus-menerus dikandangkan seperti ayam ras.

c. Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar.

Perbandingan jantan dan betina (sex ratio) adalah 1 : 10 dan dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.

5. Kesehatan

a. Penyakit Berak Kapur.

Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda-tanda : Berak putih, lengket seperti pasta.

Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, dan itik yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit Cacing.

Penyebab : Berbagai jenis cacing.

Tanda-tanda : Nafsu makan kurang, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, dan produksi telur menurun. Pencegahan: Kandang harus bersih, kering tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sanitasi kandang.

c. Lumpuh.

Penyebab : Kekurangan vitamin B.

Tanda-tanda : Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.

Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

6. Pasca Panen

a. Telur itik dapat diolah menjadi telur asin, telur pindang, dll.

b. Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll

c. Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan

d. Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk.

Sumber: http://peternakandody.blogspot.com/2008/05/peluang-beternak-itik.html

Dinas Peternakan Prop. Lampung

Sumber gambar : http://www.deptan.go.id/daerah_new/jambi/tanjung_timur/gambar/Peternakan/Bebek1.jpg

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.